Minggu, 02 Oktober 2016
A Happy ending? I hope so!
Jadi ceritaku masih berlanjut. Dia kembali. Ataukah aku yang kembali? entahlah. yang pasti semua terasa begitu indah. kita berpisah, setahun lalu seperti biasanya. Aku pergi dan dia tetap tidak bisa berbuat apa - apa. Setahun berlalu, aku yang masih berjuang dengan gulatan perasaanku sendiri yang mencoba meyakinkan diriku untuk tidak lagi mencarniya, tidak lagi menghubunginya, dan tidak usah peduli dengannya. Setahun tanpa kabar apa - apa. Hanya dua orang asing yang dulu pernah punya kisah dan luka, Lalu semua berubah saat aku tahu kalau dia masih mencariku, dia masih menungguku, dia masih mengharapkanku. Aku mencoba menyangkal, karena terlebih telah berjanji untuk diriku sendiri untuk menyudahi semua sakit hati dan kisah ini, tapi ternyata aku salah aku masih mencintainya, aku masih mengharapkannyam aku masih merindukannya dan berharap dia kembali. Aku menghubunginya terlebih dulu, karena aku mengenalnya sangat mengenalnya. Dan untuk pertama kalinya setelah setahun penuh kelam, dia berkata bahwa dia baik - baik saja. Aku tak bisa membohongi perasaanku, aku berpura - pura tidak merasakan apa - apa dan seolah - olah kita hanya teman dan tak pernah punya rasa namun akhirnya dinding yang ku bangun sendiri runtuh. Aku menangis, tak ada hentinya. Ingin ku katakan bahwa aku masih mencintainya namun kurasa tak mungkin, sudah terlalu banyak ku susahkan hidupnya akhirnya aku mencoba tidak peduli sampai akhirnya in the middle of the night, aku memberanikan diri untuk sekali lagi mengucapkan perpisahan dan bilang ".... aku tidak pernah menyesal pernah sayang dan mencintaimu" semuanya menjadi kacau. Dan akhirnya setelah berminggu - minggu dengan ketidakjelasaan, aku, kamu atau kita sadar bahwa kita masih saling mencintai dan membutuhkan. Mungkin cerita kita aneh, aku bahkan tidak tahu kapan tepatnya kita jadian, atau kapan tepatnya aku menolakmu. Yang aku tahu ada seorang lelaki disana yang setia mengejar dan menungguku selama 4 tahun. Yang ku buat menangis dan terluka untuk mengejarku aku tak bermaksud sayang hanya saja aku butuh pembuktian. Terimaksih sudah mencintaiku sebegitu dalam, maafkan aku yang belum bisa menjadi pacar yang baik untukmu. Maafkan aku yang suka menangis hanya karena kangen denganmu dan kadang tidak menjawab teleponmu tapi akhirnya menyesal dan menagis lagi. Maafkan aku yang suka khawatir jika kau tak ada kabar, Maafkan aku yang suka memarahimu jika kau terlalu membahayakan dirimu dan membuatku khawatir. Maafkan aku yang suka membuatku khawatir karena kesehatanku yang tidak stabil. Terlebih lagi maafkan aku yang terlalu mencintimu. Cepat ketemu Gerald, gio kangen! I Love you and stop questioning that!!!
Langganan:
Postingan (Atom)